Hari Jumat, waktunya pulang ke rumah. Tapi ku sempatkan dulu untuk menulis sesuatu mumpung masih ada waktu. Hal ini harus aku paksakan, karena sudah bertahun-tahun blog-ku ini nganggur tak bertuan dan begitu berdebu karena tak terjamah tangan manusia… *halah*
Memang tidak ada ayat maupun hadits yang mewajibkan untuk menulis bagi manusia di dunia ini. Namun jika aku tidak mewajibkan diri, mana bisa ada waktu untuk menulis? Makanya biar nggak kaku jari-jari ini, aku wajibkan diri untuk menulis, dah.. Eit, tunggu, tunggu.. Jangan-jangan ada yang salah tafsir lagi. Kata “wajib” disini maksudku untuk diriku sendiri lho ya, bukan untuk anda atau orang lain. Bisa-bisa aku dituduh bid’ah nanti. Haddeuh!
Oke, mulai nulis. Tapi, nulis apa ya? Punya ide nggak? Nggak lucu kan judulnya aja tentang menulis, tapi nyatanya nggak ada yang ditulis. Intinya, tulisan ini tentang membangkitkan gairah nafsu, eh, gairah menulis yang telah pupus karena bertahun-tahun tidak menulis. Kira-kira begitulah. Masih nyari ide.
Sekian menit berlalu, kok ide ku untuk tulisan ini belum nongol-nongol juga ya. Aduh, jangan-jangan karena kelamaan nggak nulis di blog, aku sudah nggak punya kemampuan untuk nulis lagi.. Hiii.. ngeri. *begidig* Tapi, bagaimanapun juga aku harus berjuang! Harusss (pake s tiga biji) berjuang tanpa kenal lelah, pantang menyerah. *tapi masih bengong*
Gimana nih? anybody help me, please.. Kasih ide dong, aku mau nulis nih. Bapak-bapak, ibu-ibu, siapa yang punya anak bilang aku, aku yang tengah malu.. Eh, kok malah nyanyi lagu Cari Jodohnya Wali sih. Maksudku siapa saja yang punya ide untuk bahan tulisanku ini, tolong bantuin aku. Dari tadi belum satu paragraf pun aku tulis. Apa benar ya, kalo menulis itu susah? *lebai dot com*
Tunggu! Satu, dua, tiga, empat, lima paragraf!! Sekarang yang ke-enam. Cihui.. Ternyata tak sengaja, lewat depan rumahmu.. Eit, malah nyanyi *tenda biru* lagi. Tak sengaja tulisanku ini sudah masuk semester ke-enam. Eh salah! Masuk pada paragraf ke-enam, bung! Kata siapa menulis itu susah? Nyatanya, tanpa ide pun jadi enam paragraf yang terdiri dari 360 kata. Wooii, ternyata mudah. Wuih, jadi semangat nulis lagi nih. Ayo semua, mari budayakan menulis. Ingat, goresan tinta yang luntur lebih berharga daripada ingatan. Artinya? Yups, sepenting apapun sesuatu, lebih bermanfaat jika dituliskan daripada sekedar dalam bayangan. OK? Let’s writting!!
Filed under: Pemikiranku, Santai
Wah, mulai nulis lagi, mas. Blog satunya lagi udah di off ya? Kok nggak aktif?